Kuliah OPTIK

Kuliah Optik ini terdiri dari 3 SKS (1 SKS Praktikum). Dosen Pengampu Kuliah ini yaitu Bpk. Taufiq Alfarizi, M.PFIs.

Pekan Raya Ilmiah 2016

Lomba : Olimpiade Fisika SMA, Proyek Alat, Esai, Stand Up Comedy Sains, Fotografi

Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

Keutamaan Malam Shalat Tarawih

Diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib ra bahwasanya berkata ia : Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang kelebihan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan, maka beliaw bersabda : (Malam)
KE 1
SEORANG MUKMIN AKAN DIKELUARKAN DARI DOSANYA SEPERTI IA DILAHIRKAN DARI PERUT IBUNYA

KE 2
DIAMPUNKAN BAGINYA DAN BAGI KEDUA IBU BAPAKNYA JIKA KEDUANYA ITU BERIMAN

KE 3
BERSERULAH SEORANG MALAIKAT DARI BAWAH ; ARASY:MULAILAH OLEHMU DENGAN BERAMAL, ALLAH SWT TELAH MENGAMPUNKAN APA-APA YANG TERDAHULU DARIPADA DOSAMU

KE 4
BAGINYA DARIPADA PAHALA SEPERTI MEMBACA TAURAT, INJIL, DAN FURQAAN.

KE 5
ALLAH BERIKAN KEPADANYA SEPERTI PAHALA ORANG YANG BERSEMBAHYANG DI MASJIDIL HARAM, MASJID MADINAH, DAN MASJIDIL AQSHA.

KE 6
ALLAH BERIKAN KEPADANYA PAHALA ORANG YANG THAWAF PADA ALBAITUL MA’MUR DAN MEMOHONKAN AMPUNNAN BAGINYA OLEH SEGALA BATU DAN LUMPUR.

KE 7
MAKA SEOLAH-OLAH DIA MENGALAMI ZAMAN NABI MUSA AS DAN MENOLONGNYA DALAM MELAWAN FIR’AUN DAN HAAMAAN.

KE 8
ALLAH BERIKAN KEPADANYA AKAN APA-APA YANG DIBERIKAN KEPADA NABIYALLAH IBRAHIM AS.

KE 9
MAKA SEOLAH-OLAH IA MENYEMBAH ALLAH SWT SEPERTI IBADATNYA NABI SAW.

KE 10
ALLAH BERIKAN REZEKI KEPADANYA AKAN KEBAIKAN DUNIA DAN AKHIRAT.

KE 11
KELUAR IA DARI DUNIA SEPERTI HARI LAHIR IA DILAHIRKAN OLEH IBUNYA.

KE 12
DATANG IA PADA HARI KIAMAT PADA WAJAH LAKSANA BULAN DI MALAM EMPAT BELAS.

KE 13
DATANG IA DI HARI KIAMAT DENGAN KEADAAN AMAN DARIPADA TIAP KEJAHATAN.

KE 14
DATANGLAH PARA MALAIKAT MENYAKSIKAN BAHWA DIA TELAH MELAKUKAN SALAT
TARAWIH.

KE 15
PARA MALAIKAT DAN PARA PEMIKUL-PEMIKUL ‘ARASY DAN KURSI MEMINTAKAN AMPUN UNTUKNYA.

KE 16
DITULISKAN ALLAH BAGINYA KEBEBASAN SELAMAT DARI NERAKA DAN KEBEBASAN UNTUK MASUK KE DALAM SURGA.

KE 17
DIBERIKAN KEPADANYA SEPERTI PAHALA NABI-NABI.

KE 18
BERSERULAH SEORANG MALAIKAT:WAHAI HAMBA ALLAH,SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH RIDHO KEPADAMU DAN KEDUA IBU-BAPAKMU.

KE 19
DIANGKATKAN ALLAH DERAJATNYA PADA SURGA FIRDAUS.

KE 20
DIBERIKAN KEPADANYA PAHALA ORANG-ORANG YANG MATI SYAHID DAN ORANG-ORANG SALEH.

KE 21
ALLAH BUATKAN KEPADANYA SEBUAH RUMAH DARIPADA NUR DIDALAM SURGA.

KE 22
DATANG IA PADA HARI KIAMAT DALAM KEADAAN AMAN DALAM DUKA CITA.

KE 23
ALLAH BUATKAN KEPADANYA SEBUAH KOTA DIDALAM SURGA

KE 24
ADA BAGINYA 24 MACAM DOA YANG MUSTAJAB.

KE 25
ALLAH ANGKATKAN DARIPADA ADZAB KUBUR.

KE 26
ALLAH SWT ANGKATKAN BAGINYA PAHALA 24 TAHUN

KE 27
IA AKAN DIMUDAHKAN MELALUI JEMBATAN SHIROTAL MUSTAQIM SECEPAT KILAT MENYAMBAR.

KE 28
ALLAH ANGKATKAN BAGINYA SERIBU DERAJAT DIDALAM SURGA.

KE 29
ALLAH BERIKAN PAHALA SERIBU HAJI YANG DITERIMA.

KE 30
ALLAH SWT BERFIRMAN:WAHAI HAMBAKU,MAKANLAH OLEHMU DARIPADA BUAH-BUAHAN SURGA DAN MANDILAH DARI AIR SALSABIL DAN MINUMLAH DARI AIR ALKAUTSAR.AKU TUHANMU DAN ENGKAU ADALAH HAMBAKU.

Senin, 01 Agustus 2011

Ramadhan

Ramadan atau Ramadhan (dalam bahasa Arab:رمضان) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Al-Quran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al-Quran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:

"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."


Etimologi
Ramadan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.

Aktivitas keagamaan
Puasa Ramadan

Selama bulan Ramadan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari Raya. Fithri berasal dari kata fathara artinya 'memecah, mengakhiri". Ied al-Fithri artinya Hari Raya Mengakhiri Puasa (Ramadan).

Hari terakhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Salat tarawih

Pada malam harinya, tepatnya setelah salat isya, para penganut agama Islam melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan salat tarawih. Salat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadan. Salat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama'ah di masjid-masjid. Terkadang sebelum pelaksanaan salat tarawih pada tepat-tempat tertentu, diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama'ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan.

Turunnya Al-Quran

Pada bulan ini di Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan, (terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti turunnya Al-Quran untuk pertama kalinya[2]) diperingati juga sebagai hari turunnya ayat Al-Quran (Nuzulul Qur'an) untuk pertama kalinya oleh sebagian muslim. Pada peristiwa tersebut surat Al Alaq ayat 1 sampai 5 diturunkan pada saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira. Peringatan peristiwa ini biasanya dilakukan dengan acara ceramah di masjid-masjid. Tetapi peringatan ini di anggap bid'ah, karena Rasulullah tidak mengajarkan, Awal di peringati di Indonesia, ketika Presiden Soekarno mendapat saran dari Hamka untuk memperingati setiap Nuzulul Qur'an, karena bertepatan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia, sebagai rasa Syukur kemerdekaan Indonesia.

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Malam ini dikatakan dalam Al-Quran pada surat Al-Qadar, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Sebagian muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sembari beribadah sepanjang malam.[3]

Umrah

Ibadah umrah jika dilakukan pada bulan ini mempunyai nilai dan pahala yang lebih bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Dalam Hadits dikatakan "Umrah di bulan Romadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku." (HR: Bukhari dan Muslim).[4]

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya salat Idul Fitri. Setiap individu muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat jenis ini. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan per individu adalah satu sha' makanan pokok di daerah bersangkutan. Jumlah ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.

Idul Fitri

Akhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Penentuan awal Ramadan

Kalender Hijriyah didasarkan pada revolusi bulan mengelilingi bumi dan awal setiap bulan ditetapkan saat terjadinya hilal (bulan sabit). Metode penentuan saat terjadinya hilal yang digunakan saat ini adalah metode penglihatan dengan mata telanjang (dikenal dengan istilah rukyah) serta menggunakan metode perhitungan astronomi (dikenal dengan istilah hisab). Majelis Ulama Indonesia menggunakan kombinasi hisab dan rukyah untuk penentuan hilal. Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyah sementara Muhammadiyah dan Persatuan Islam menggunakan hisab sebagai sandaran penentuan hilal.[5] Perbedaan metode ini menyebabkan adanya kemungkinan perbedaan hasil penetapan kapan awal dan berakhirnya Ramadan sebagaimana sempat terjadi pada tahun 1998 (1418 H).

Aspek ekonomi

Bulan Ramadan di Indonesia dan negara dengan penduduk mayoritas Islam pada umumnya dapat dihubungkan dengan meningkatnya daya beli dan perilaku konsumtif masyarakat akan barang dan jasa. Di Indonesia sendiri hal ini terkait erat dengan kebiasaan pemerintah dan perusahaan swasta untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya. Peningkatan ini terjadi di hampir semua sektor dari transportasi, makanan, minuman hingga kebutuhan rumah tangga. Sehingga tidak jarang tingkat inflasi pun mencapai titik tertinggi pada periode bulan ini.[6] Fenomena ini secara kasat mata terlihat dengan menjamurnya para pedagang musiman yang menjajakan berbagai komoditas mulai dari makanan hingga pakaian, di ruang-ruang publik terutama di pinggir jalanan. Di samping juga maraknya penyelenggaraan bazaar baik yang disponsori oleh pemerintah, swasta, organisasi tertentu maupun swadaya masyarakat. Dengan kata lain bulan ramadan membawa berkah bagi semua umat Islam.

Lain-lain

* Pada bulan ini pada sebagian daerah di Indonesia, berkembang kebiasaan jalan-jalan sembari menunggu waktu berbuka, di Bandung kebiasaan ini dikenal dengan nama Ngabuburit, di Indramayu dikenal dengan nama Luru Sore (Cari Sore). Biasanya saat ini juga dimanfaatkan untuk membeli makanan dan minuman untuk dipergunakan saat berbuka puasa.
* Di Indonesia umummnya orang berbuka puasa dengan yang manis-manis, padahal hidangan yang mengadung gula tinggi justru akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan. Hal ini berasal dari kesimpulan yang tergesa-gesa atas sebuah hadits bahwa Rasulullah berbuka puasa dengan kurma. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa berbuka (disunahkan) dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat.

Peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan

1. Perang Badar: 17 Ramadan 2 AH - Adalah pertempuran pertama yang dilakukan kaum Muslim setelah mereka bermigrasi (hijrah) ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Muslim yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah.
2. Pembunuhan atas Ali bin Abi Thalib: 21 Ramadan 40 H: Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23 Ramadan tahun itu juga. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti.

http://id.wikipedia.org/wiki/Ramadhan

Rumput Bertasbih

Alam raya bertasbih memuji keagungan
Rumput-rumput ilalang daun pohon dan ikan
Bersujudlah segala di hadapan Sang Raja
Berharap memohon karunia-Nya

Allah yang Maha Besar, Allah Maha Dermawan
Allah yang menciptakan, Allah tiada bandingan
Allah Allahu Allah, Dia Maha Pemurah
Dia Allah Maha Penyayang

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya
Allah Allah Allah Allah memuji dan memuja-Nya

Matahari rembulan bintang langit lautan
Berserah berpasrah kepada-Nya
Dia-lah Sang Pencipta di tangan-Nya kuasa
Hitamnya putihnya manusia

Allah yang Maha Besar, Allah Maha Dermawan
Allah yang menciptakan, Allah tiada bandingan
Allah Allahu Allah, Dia Maha Pemurah
Dia Allah Maha Penyayang

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya
Allah Allah Allah Allah memuji dan memuja-Nya

Subhanallah Subhanallah Subhanallah Subhanallah
Subhanallah Subhanallah Subhanallah Subhanallah
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah

Alam raya bertasbih memuji keagungan
Rumput-rumput ilalang daun pohon dan ikan
Matahari rembulan bintang langit lautan
Berserah berpasrah kepada-Nya

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya
Allah Allah Allah Allah memuji dan memuja-Nya
Allah Allah Allah Allah bersujudlah wajah-wajah
Allah Allah Allah Allah berharapkan karunia-Nya

Allah Allah Allah Allah bertasbihlah alam raya
Allah Allah Allah Allah memuji dan memujanya
(Opick)
http://lirik.kapanlagi.com/artis/opick

Assalamualaikum

assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti.. (4x)

salam-salam hai saudaraku
smoga Allah merahmatimu
salam-salam wahai semua
smoga hidup jadi bahagia

bila hati terasa sedih
bila jiwa terasa hampa


mungkin kita sudahlah lupa
berzikir tenangkan jiwa

assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti.. (2x)

bila langkah sempit dunia
rejeki dicari alangkah susah
mungkin kita sudahlah lupa
sedekah lapangkan harta

dalam hidup semua bekerja
kadang salah bahkan berdosa
jangan-janganlah putus asa
ampunan Allah selalu terbuka


assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti.. (4x)

salam-salam hai saudaraku
smoga Allah merahmatimu
salam-salam wahai semua
smoga hidup jadi bahagia


dalam hidup tiada sempurna
kadang khilaf kadang terlupa
jangan-janganlah putus asa
ampunan Allah selalu terbuka

assalamu 'alaikum ya akhti.. ya ukhti.. (4x)


bila hati terasa sedih
bila jiwa terasa hampa
mungkin kita sudahlah lupa
berzikir tenangkan jiwa



dalam hidup semua bekerja
kadang salah bahkan berdosa
jangan-janganlah putus asa
ampunan Allah selalu terbuka

assalamu 'alaikum ya akhti.. ya ukhti.. (4x)
(Opick)

Obat Hati

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo Sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng engkang luwe
Kaping limo dzikir wengi engkang suwe
Salah sakwijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Alloh nyembadani

Koor :
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo Sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng engkang luwe
Kaping limo dzikir wengi engkang suwe
Salah sakwijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Alloh nyembadani

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Alloh mencukupi

Koor :
Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Alloh Taala mencukupi
Moga-moga Alloh Taala mencukupi
(Opick)

Sabtu, 30 Juli 2011

Jadwal Imsakkiyah Ramadhan1432 H

H...IM...SU...DZ....AS.....MA...IS
1. 4:35 4:45 12:01 15:23 17:57 19:09
2. 4:35 4:45 12:01 15:23 17:57 19:09
3. 4:35 4:45 12:01 15:23 17:57 19:09
4. 4:35 4:45 12:01 15:23 17:57 19:09
5. 4:34 4:44 12:01 15:23 17:57 19:09
6. 4:34 4:44 12:01 15:23 17:57 19:09
7. 4:34 4:44 12:01 15:22 17:57 19:09
8. 4:34 4:44 12:00 15:22 17:57 19:08
9. 4:34 4:44 12:00 15:22 17:57 19:08
10. 4:34 4:44 12:00 15:22 17:57 19:08
11. 4:34 4:44 12:00 15:22 17:57 19:08
12. 4:33 4:43 12:00 15:21 17:57 19:08
13. 4:33 4:43 12:00 15:21 17:57 19:08
14. 4:33 4:43 12:00 15:21 17:57 19:08
15. 4:33 4:43 12:59 15:21 17:57 19:08
16. 4:32 4:42 12:59 15:20 17:57 19:07
17. 4:32 4:42 12:59 15:20 17:57 19:07
18. 4:32 4:42 12:59 15:20 17:57 19:07
19. 4:32 4:42 12:58 15:19 17:57 19:07
20. 4:31 4:41 12:58 15:19 17:57 19:07
21. 4:31 4:41 12:58 15:19 17:57 19:07
22. 4:31 4:41 12:58 15:18 17:57 19:06
23. 4:30 4:40 12:58 15:18 17:57 19:06
24. 4:30 4:40 12:57 15:17 17:56 19:06
25. 4:30 4:40 12:57 15:17 17:56 19:06
26. 4:29 4:39 12:57 15:16 17:56 19:06
27. 4:29 4:39 12:56 15:16 17:56 19:05
28. 4:29 4:39 12:56 15:15 17:56 19:05
29. 4:28 4:38 12:56 15:15 17:56 19:05
30. 4:28 4:38 12:56 15:14 17:56 19:05

Sumber : Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI

H = Hari
IM = Imsak
SU = Subuh
DZ = Dzuhur
AS = Ashar
MA = Maghrib
IS = Isya

Senin, 25 Juli 2011

Hadist

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِى اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : قَالَ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : إِنَّ اللهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى رُؤُوْسِ الخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً  وَتِسْعَيْنَ سِجِلاَّ, كُلُّ سِجِلَّ  مِثلُ مَدِّ الْبَصَرِ, ثُّمَّ يَقُوْلُ : أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا ؟  أَظَلَمَكَ كَتَبَتِيْ الْحَافِظُوْنَ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ ياَ رَبِّ ! فَيَقُوْلُ : أَفَلَكَ عُذْرٌ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ ياَ رَبِّ ! فَيَقُوْلُ : بَلَى, إِنَّ لَكَ عِنْدَناَ حَسَنَةً فَإِنَّهُ لاَ ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ. فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيْهَا : أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهِ وَ أَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ فَيَقُوْلُ : احْضُرْ وَزْنَكَ, فَيَقُوْلُ : ياَ رَبَّ, ماَ هَذِهِ الْبِطَاقَةِ مَعَ هَذِهِ الْسِّجِلاَّتِش, فَقََالَ : إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ.  قَالَ :   فَتُوْضَعُ السِّجِلاَّتُ فِيْ كِفّةٍ وَ الْبِطَاقَةُ فِيْ كِفَّةٍ, فَطَاشَتِ السِّجِلاَّتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةِ, فَلاَ يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللهِ شَيْءٌ.


Artinya :
Dari Abdullah bin Amr bin Ah r.a berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah akan memilih salah seorang dari umatku dihadapan sekian makhluk-Nya besok pada hari kiamat, lalu Allah membukakan sembilan puluh sembilan buku catatannya, setiap buku catatan sejauh mata memandang, lalu Allah berfirman : “Apakah kamu mengingkari sesuatu dari catatan ini? Apakah Malaikat pencatat mendzalimimu?” jawab orang tersebut : “Tidak wahai rabbku”. “Apakah kamu memiliki udzur?” Jawabnya : “Tidak wahai rabbku”. Kata Allah selanjutnya : “Sesungguhnya kamu memiliki kebaikan disisi Kami, hari ini tidak ada kedzaliman padamu”. Setelah itu, keluarlah suatu kartu tertulis didalamnya “Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kacuali hanya Allah dan bahwasannya Muhammad saw adalah hamba dan Rasul-Nya”. Kata Allah : “Hadirilah timbanganmu”. Orang itu menjawab : “Wahai rabbku, apalah artinya satu kartu ini melawan buku buku catatan yang banyak itu?” Allah berfirman : “Sesungguhnya dirimu tidak terdzolimi”. Akhirnya, buku buku catatan tersebut diletakkan dalam satu neraca dan kartu tersebut dalam neraca lainnya, ternyata buku buku tersebut menjadi ringan dan kartu itulah yang berat, karena memang tidak ada sesuataupun yang lebih berat dari nama Allah.








SANAD : 
“Jalan matan hadis/silsilah para perawi, yaitu yang menukilkan matan hadis dari sumbernya yang pertama (Nabi SAW)”

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِى اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : قَالَ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ :


MATAN :
“Berita yang berupa perkataan, perbuatan atau taqrir Nabi SAW yang terletak setelah sanad”

إِنَّ اللهَ سَيُخَلِّصُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى رُؤُوْسِ الخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, فَيَنْشُرُ عَلَيْهِ تِسْعَةً  وَتِسْعَيْنَ سِجِلاَّ, كُلُّ سِجِلَّ  مِثلُ مَدِّ الْبَصَرِ, ثُّمَّ يَقُوْلُ : أَتُنْكِرُ مِنْ هَذَا شَيْئًا ؟  أَظَلَمَكَ كَتَبَتِيْ الْحَافِظُوْنَ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ ياَ رَبِّ ! فَيَقُوْلُ : أَفَلَكَ عُذْرٌ ؟ فَيَقُوْلُ : لاَ ياَ رَبِّ ! فَيَقُوْلُ : بَلَى, إِنَّ لَكَ عِنْدَناَ حَسَنَةً فَإِنَّهُ لاَ ظُلْمَ عَلَيْكَ الْيَوْمَ. فَتَخْرُجُ بِطَاقَةٌ فِيْهَا : أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَ اللهِ وَ أَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ فَيَقُوْلُ : احْضُرْ وَزْنَكَ, فَيَقُوْلُ : ياَ رَبَّ, ماَ هَذِهِ الْبِطَاقَةِ مَعَ هَذِهِ الْسِّجِلاَّتِش, فَقََالَ : إِنَّكَ لاَ تُظْلَمُ.  قَالَ :   فَتُوْضَعُ السِّجِلاَّتُ فِيْ كِفّةٍ وَ الْبِطَاقَةُ فِيْ كِفَّةٍ, فَطَاشَتِ السِّجِلاَّتُ وَثَقُلَتِ الْبِطَاقَةِ, فَلاَ يَثْقُلُ مَعَ اسْمِ اللهِ شَيْءٌ.



RAWI :
“Orang yang meriwayatkan hadis dari seorang guru kepada orang lain yang tercantum dalam buku hadis”
البخارى